thanks for your visits hope that you enjoy with my blog please give your comment dont forget to join :))

Selasa, 04 Desember 2012

short story



                                                Yang itu lebih baik

‘’kenalkan saya bian , kamu siapa?’’ tanyanya padaku ,
‘’ aku emma , senang berkenalan dengan mu’’ senyum pun tersungging di sudut bibir kami berdua .
 Bian adalah orang pertama  yang aku kenal ketika aku baru masuk Sekolah Menengah Atas , kebetulan kami juga satu kursus bahasa inggris . Bian orang nya baik dan penuh tawa kalau kami les kami selalu duduk berduaan , dia anak nya juga oke dan pinter dia punya beberapa catatan di SMP nya dulu tentang prestasinya. Anak nya supel banget dia jago banget dalam bahasa inggris , aku banyak belajar dari dia . walaupun kami baru kenal beberapa minggu tapi , aku dan dia sangat akrab dan mudah memahami nya begitu juga dengan dia. Satu hal yang sangat membuat kami sangat akrab adalah aku dan juga di sangat menyukai inggris dan bahasanya , juga salah satu fans klub kebanggan kami Manchester United #GloryGloryManUnited setan merah dalam Liga inggris ini selalu kami bahas ketika di Les , dan di sekolah seakan tak pernah abis membicarakan klub yang satu ini .
‘’van persie oke kali tanding tadi malam lawan reading yaampun persiee , aku padamu’’ ujarnya padaku dengan nada yang menggebu-gebu .
 ‘’anderson sama rooney juga ga kalah oke kok sama van persie’’ kemudian aku melanjutkan dengan nada yang mengejek dengan penuh canda.
 ‘’ aaah , pokoknya van persie paleng oke dan unyuuk deh haha’’ sambung nya dengan ketawa yang sangat lepas , ‘’aku juga tau loh , tapi aku agak mengganjal dikit sih karena tadi malam chicarito ga main , bruno mars ku yang satu itu terlalu unyuk untuk ga turun ke lapangan hahahaha’’ jawab ku yang selalu tidak mau mengalah .
‘’ga boleh begitu kita MUFC jadi harus saling mencintai satu sama lain’’ jawabnya untuk menghentikan perdebatan kecil tadi .
 ‘’iyaaaaa iyaaaa aku tau iyaaaa makasih ya sahabat ‘’ ujarku menggodanya. Sewaktu kami mengobrol sebelum masuk les tiba tiba bel sudah di bunyikan pertanda kami harus masuk untuk belajar dan menuntut ilmu untuk kelak mengejar cita cita kami.
*bel pulang berbunyi*
‘’em , aku duluan yah mau dianter gak?’’ tanyanya padaku untuk memberikan tumpangan nya sampai ke rumahku ‘’engga usah bentar lagi aku di jemput ayah ku kok , duluan aja aku gapapa’’jawabku santai , ‘’iiiiii kamu pedean banget siapa juga yang khawatir wooooo’’ jawabnya mengejek ‘’awaaaaaas yah bian’’ nada ku menggerutu . kemudian dia pergi meninngalkan ku , tak lama kemudian ayah ku pun menjemputku

Ketika aku sedang membolak balik kan catatan kimia yang sungguh memusingkan dengan ciri khas nya reaksi di tambah reaksi sangat membuat ku sedikit bosan, tiba tiba dret dret dret handphone ku bergetar , di layar depan tertulis dengan jelas ‘’BIAN’’ , orang yang selalu mengimkan pesan nya padaku walaupun Cuma sekedar Cuma Cuma nanya dan mengejek ‘’ciiiieeeee followers nya bertambah’’ dia emang suka banget stalking Time line ku di twiitter.
Kami berdua sering banget di bilang pacaran , mungkin karena sudah sangat akrab sekali.Tapi aku ga perduli dengan omongan orang di luar sana , aku lebih nyaman kalau bian itu jadi Sahabatku tutur ku dalam hati.

Dengan seiring nya waktu kami semakin hari semakin akrab , semakin hari semakin menyatu semakin hari semakin cocok . Aku sudah mulai khawatir dengan ini semua , bukan karena apa apa tapi yang aku takutkan seperti orang orang di luar sana ‘’sahabat jadi pacar’’ baru kali ini aku merindukan seorang bian dengan tidak wajar , namun aku bangga ternyata aku masih normal hehehehe.Soal Bian ahh sudah lah kami hanya sahabatan kok.

*ketika di tempat kursus bahasa inggris*

‘’emma !! tunggu ‘’
‘’seperti ada yang memanggilku’’ ujarku dalam hati , lalu aku menoleh “eh Bian ada apa??’’ kataku
‘’ke mana saja 2 kali les tidak masuk , sms ku juga ga dibalas ‘’ tanyanya padaku agak sedikit sinis
‘’hehe kenapa kamu kangen yah?’’ sambungku seraya tertawa
‘’iya , aku kangan bangeeeeet sama kamu’’ sambung nya dengan muka serius

Aku tidak menyangka Bian akan berkata seperti itu , aku masih sangat sangat bingung harus menjawab dan memberi respon apa kepadanya.
‘’kamu seriuuuuuuuus kangen sama aku?’’ jawabku dengan mimik muka yang sangat heran
‘’aku serius bahkan rasa kangen nya itu lain banget’’
‘’Bian , kamu kenapa sih?’’
‘’aku tidak kenapa kenapa kok , aku waras’’
‘’jadii.....kamu kok...’’ teeeet teeeet teeeet
Bel masuk les berbunyi , kami berdua langsung bergegas masuk ,
Kali ini , aku merasa beda dengan bian dengan biasanya , kami bahkan sangat canggung untuk bertegur sapa , seperti ada hal aneh yang mendiami hati kami semenjak percakapan sebelum masuk ke dalam ruang kelas tadi.

*di sekolah*

‘’emma! Tunngu’’
‘’eh , Bian haha kemana saja selama ini?’’
‘’kemana?? Aku ga kemana mana kok , euum soal yang semalam aku mau minta maaf yah’’
‘’yang mana ya? Aku lupa maaf ‘’
‘’kemarin yang di les , gini sebenar nya aku mau bilang sesuatu sama kamu , tapi aku masih ragu , aku takut hubungan kita selama ini sebagai sahabat gak akan seperti dulu lagi.. aak..’’
‘’kamu mau ngomong apasih buruuaaan haha kok serius kali , aku bukan bapak mentri kok’’sambungku dengan gelak tawa.
‘’emma , aku serius aku mau bilang aku suka sama kamu , aku kagum ama kamu , aku cocok bangat sama kamu , entah perasaan apa yang membuat ku begitu nyaman dan santai kalau lagi gabung dan ngobrol sama kamu , kamu nyambung banget sama aku. ‘’
Apakah ini yang nama nya kagum pada seseorang dan langsung turun ke hati? Aku masih bingung aku juga merasakan hal yang sama ketika aku bersama bian , tapi aku pikir ini Cuma sayang atau sekedar rasa yang mungkin akan hilang tapi aku ga lebih mengharapkan bian hanya untuk menjadi seorang sahabat bagi ku , aku ga mau hubungan ini lebih . Bian itu orang yang selalu mendukungku untuk mencapai target target yang aku kejar dan dia juga aku anggap sebagai sahabat yang sangat sangat membantu ku , aku masih ingat dia selalu membantuku mencapai tugas tugas dari OSIS agar semua itu tercapai , dia selalu mendukung ku dan memberikan support yang oke bangat ketika aku sudah merasa bosan.
Aku terlalu nyaman untuk menjadi sahabatnya , aku tidak bermaksud apa apa Cuma mau sekedar menjadi sahabat , walaupun terkadang rasa ini berlebihan.
‘’yaamun Bian , beneran aku ganyangka bakalan kaya gini jadinya , tapi makasih buat semuanya selama ini aku juga sayang banget sama kamu , bahkan kamu adalah sahabt terbaikku , tapi rasa sayang itu ga lebih bian ‘’ ujar ku dengan senyuman.
‘’aku mengerti , tapi rasa nya lain banget’’ sambung nya masih dengan muka serius
‘’kita sahabatan aja yah , kita punya banyak cerita indah tentang kita berdua , rasa ini bahakan mungkin lebih indah dari yang lain’’

Semenjak kejadian Bian mengungkapkan isi hatinya , kami agak sedikit canggung untuk bersikap seperti biasa namun lama kelamaan kami sudah bersikap seperti biasanya .