Yang itu lebih baik
‘’kenalkan
saya bian , kamu siapa?’’ tanyanya padaku ,
‘’ aku emma
, senang berkenalan dengan mu’’ senyum pun tersungging di sudut bibir kami
berdua .
Bian adalah orang pertama yang aku kenal ketika aku baru masuk Sekolah
Menengah Atas , kebetulan kami juga satu kursus bahasa inggris . Bian orang nya
baik dan penuh tawa kalau kami les kami selalu duduk berduaan , dia anak nya
juga oke dan pinter dia punya beberapa catatan di SMP nya dulu tentang prestasinya.
Anak nya supel banget dia jago banget dalam bahasa inggris , aku banyak belajar
dari dia . walaupun kami baru kenal beberapa minggu tapi , aku dan dia sangat
akrab dan mudah memahami nya begitu juga dengan dia. Satu hal yang sangat
membuat kami sangat akrab adalah aku dan juga di sangat menyukai inggris dan
bahasanya , juga salah satu fans klub kebanggan kami Manchester United
#GloryGloryManUnited setan merah dalam Liga inggris ini selalu kami bahas
ketika di Les , dan di sekolah seakan tak pernah abis membicarakan klub yang
satu ini .
‘’van persie
oke kali tanding tadi malam lawan reading yaampun persiee , aku padamu’’
ujarnya padaku dengan nada yang menggebu-gebu .
‘’anderson sama rooney juga ga kalah oke kok
sama van persie’’ kemudian aku melanjutkan dengan nada yang mengejek dengan
penuh canda.
‘’ aaah , pokoknya van persie paleng oke dan
unyuuk deh haha’’ sambung nya dengan ketawa yang sangat lepas , ‘’aku juga tau
loh , tapi aku agak mengganjal dikit sih karena tadi malam chicarito ga main ,
bruno mars ku yang satu itu terlalu unyuk untuk ga turun ke lapangan hahahaha’’
jawab ku yang selalu tidak mau mengalah .
‘’ga boleh
begitu kita MUFC jadi harus saling mencintai satu sama lain’’ jawabnya untuk
menghentikan perdebatan kecil tadi .
‘’iyaaaaa iyaaaa aku tau iyaaaa makasih ya
sahabat ‘’ ujarku menggodanya. Sewaktu kami mengobrol sebelum masuk les tiba
tiba bel sudah di bunyikan pertanda kami harus masuk untuk belajar dan menuntut
ilmu untuk kelak mengejar cita cita kami.
*bel pulang
berbunyi*
‘’em , aku
duluan yah mau dianter gak?’’ tanyanya padaku untuk memberikan tumpangan nya
sampai ke rumahku ‘’engga usah bentar lagi aku di jemput ayah ku kok , duluan
aja aku gapapa’’jawabku santai , ‘’iiiiii kamu pedean banget siapa juga yang
khawatir wooooo’’ jawabnya mengejek ‘’awaaaaaas yah bian’’ nada ku menggerutu .
kemudian dia pergi meninngalkan ku , tak lama kemudian ayah ku pun menjemputku
Ketika aku
sedang membolak balik kan catatan kimia yang sungguh memusingkan dengan ciri
khas nya reaksi di tambah reaksi sangat membuat ku sedikit bosan, tiba tiba
dret dret dret handphone ku bergetar , di layar depan tertulis dengan jelas ‘’BIAN’’
, orang yang selalu mengimkan pesan nya padaku walaupun Cuma sekedar Cuma Cuma
nanya dan mengejek ‘’ciiiieeeee followers nya bertambah’’ dia emang suka banget
stalking Time line ku di twiitter.
Kami berdua
sering banget di bilang pacaran , mungkin karena sudah sangat akrab sekali.Tapi
aku ga perduli dengan omongan orang di luar sana , aku lebih nyaman kalau bian
itu jadi Sahabatku tutur ku dalam hati.
Dengan
seiring nya waktu kami semakin hari semakin akrab , semakin hari semakin
menyatu semakin hari semakin cocok . Aku sudah mulai khawatir dengan ini semua
, bukan karena apa apa tapi yang aku takutkan seperti orang orang di luar sana
‘’sahabat jadi pacar’’ baru kali ini aku merindukan seorang bian dengan tidak
wajar , namun aku bangga ternyata aku masih normal hehehehe.Soal Bian ahh sudah
lah kami hanya sahabatan kok.
*ketika di
tempat kursus bahasa inggris*
‘’emma !!
tunggu ‘’
‘’seperti
ada yang memanggilku’’ ujarku dalam hati , lalu aku menoleh “eh Bian ada
apa??’’ kataku
‘’ke mana
saja 2 kali les tidak masuk , sms ku juga ga dibalas ‘’ tanyanya padaku agak
sedikit sinis
‘’hehe
kenapa kamu kangen yah?’’ sambungku seraya tertawa
‘’iya , aku
kangan bangeeeeet sama kamu’’ sambung nya dengan muka serius
Aku tidak
menyangka Bian akan berkata seperti itu , aku masih sangat sangat bingung harus
menjawab dan memberi respon apa kepadanya.
‘’kamu
seriuuuuuuuus kangen sama aku?’’ jawabku dengan mimik muka yang sangat heran
‘’aku serius
bahkan rasa kangen nya itu lain banget’’
‘’Bian ,
kamu kenapa sih?’’
‘’aku tidak
kenapa kenapa kok , aku waras’’
‘’jadii.....kamu
kok...’’ teeeet teeeet teeeet
Bel masuk
les berbunyi , kami berdua langsung bergegas masuk ,
Kali ini ,
aku merasa beda dengan bian dengan biasanya , kami bahkan sangat canggung untuk
bertegur sapa , seperti ada hal aneh yang mendiami hati kami semenjak
percakapan sebelum masuk ke dalam ruang kelas tadi.
*di sekolah*
‘’emma!
Tunngu’’
‘’eh , Bian
haha kemana saja selama ini?’’
‘’kemana??
Aku ga kemana mana kok , euum soal yang semalam aku mau minta maaf yah’’
‘’yang mana
ya? Aku lupa maaf ‘’
‘’kemarin
yang di les , gini sebenar nya aku mau bilang sesuatu sama kamu , tapi aku
masih ragu , aku takut hubungan kita selama ini sebagai sahabat gak akan
seperti dulu lagi.. aak..’’
‘’kamu mau
ngomong apasih buruuaaan haha kok serius kali , aku bukan bapak mentri
kok’’sambungku dengan gelak tawa.
‘’emma , aku
serius aku mau bilang aku suka sama kamu , aku kagum ama kamu , aku cocok bangat
sama kamu , entah perasaan apa yang membuat ku begitu nyaman dan santai kalau
lagi gabung dan ngobrol sama kamu , kamu nyambung banget sama aku. ‘’
Apakah ini
yang nama nya kagum pada seseorang dan langsung turun ke hati? Aku masih bingung
aku juga merasakan hal yang sama ketika aku bersama bian , tapi aku pikir ini
Cuma sayang atau sekedar rasa yang mungkin akan hilang tapi aku ga lebih
mengharapkan bian hanya untuk menjadi seorang sahabat bagi ku , aku ga mau
hubungan ini lebih . Bian itu orang yang selalu mendukungku untuk mencapai
target target yang aku kejar dan dia juga aku anggap sebagai sahabat yang
sangat sangat membantu ku , aku masih ingat dia selalu membantuku mencapai
tugas tugas dari OSIS agar semua itu tercapai , dia selalu mendukung ku dan
memberikan support yang oke bangat ketika aku sudah merasa bosan.
Aku terlalu
nyaman untuk menjadi sahabatnya , aku tidak bermaksud apa apa Cuma mau sekedar
menjadi sahabat , walaupun terkadang rasa ini berlebihan.
‘’yaamun
Bian , beneran aku ganyangka bakalan kaya gini jadinya , tapi makasih buat
semuanya selama ini aku juga sayang banget sama kamu , bahkan kamu adalah
sahabt terbaikku , tapi rasa sayang itu ga lebih bian ‘’ ujar ku dengan
senyuman.
‘’aku
mengerti , tapi rasa nya lain banget’’ sambung nya masih dengan muka serius
‘’kita
sahabatan aja yah , kita punya banyak cerita indah tentang kita berdua , rasa
ini bahakan mungkin lebih indah dari yang lain’’
Semenjak
kejadian Bian mengungkapkan isi hatinya , kami agak sedikit canggung untuk
bersikap seperti biasa namun lama kelamaan kami sudah bersikap seperti biasanya
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar