malam ini, ku terberanjak dari tidur nyaman ku, ketika pesan singkat mengagetkanku dengan nada dring Coldplay-yellow, ya aku menyukai lagu ini, selain aku menyukai coldplay dengan bahasa lagu dan liriknya yang menyentuh, mampu membuat ku berimajinasi hebat dalam memahaminya, Coldplay band yang aku gemari sejak masuk SMA, sekarang aku sudah kelas 3 SMA, yaaa pesan singkat dari nomor yang tak kukenal, dia hanya mengirim "Hai" dengan berpikir cepat, dan gerakan jari ku telah otomatis untuk segera membalasnya dengan balasan "Hai juga, sapa neh". bayangkan saja, ini hampir tengah malam, aku juga hampir menyatu dengan alam bawah sadar ku, aku hampir menyatu dengan kenyamanan di waktu malam, tidur dengan sejuta angan dan imajinasi sebelum tidur.
mungkin malamini, bukan malam ku, akibat pesan singkat orang iseng tak dikenal itu, aku jadi sulit menyatu dengan nyaman nya keheningan malam, dengan mencoba bersusah payah, aku mencoba menutup kembali agar aku kembali keduniaku yang nyaman masih saja mata ku tak dapat aku pejamkan, aku berpikir sedahsyat itukah efek dari pesan singkat yang membuat aku sulit tidur kembali....
Kamis, 19 September 2013
oh . .
Rasa syukur ku pada tuhan tak terhenti sampai saat ini, sungguh
nyata aku berada di manchester, old trafor, tempat yang sangat aku idam-idam
kan.Mulai dari aku memasuki halamn parkir yang begitu berbeda dari indonesia,
sungguh aku menyayangkan kenapa indonesia tak begini?. Mereka tertib, mereka disiplin, mereka
menghargai orang lain, mereka menakjubkan.Yasudaaah aku tetap indonesia. Aku
melewati beberapa penduduk inggris, mereka tinggi, penuh dengan pesona, raga
mereka tampak begitu sehat, sepertinya ini memang benua nomor satu di dunia,
sebagai benua penggrebak dunia, mereka menak jubkan, mereka cerdas, mereka
penuh dengan kreatifitas.
Hampir sama seperti di indonesia, ketika ada pertandingan dua klub
bolah tak heran hiruk-pikuk terjadi dimana-mana. Mereka beberapa kali
menyanyikan lagu kebangsaan Manchester United, sunngguh mereka menyenangkan,
mereka menunggu di berbagai sudut di luar stadion, ada yang duduk sambil
menatap gadget mereka, ada yang menyorak-nyorak kan nama Ryan giggs dan
pemain-pemain kesebelasan MU yang sebentar lagi akan bertanding, tak sedikit
yang memakai jersey kebangsaan Manchester yang sudah mulai dibilang langka,
seperti baju manchester bertanding pada tahun 1998, aku yakin itu harganya
pasti menakjubkan.
Mereka
menambah aura manchester dengan berbagai atribut, kepala di tutupi dengan topi
berlogo manchester berwarna merah dan kuning, memakai syal berlogo manchester
juga yang mereka lingkari di antara leher mereka yang jenjang, membawa spanduk
mungkin ukuran nya besar kira-kira 20x10 meter duuuh mereka sungguh
menyenangkan, aku melihat pemandangan yang luar biasa, tak menyangka fans klub
bola kebanggaan ku punya fans menakjubkan. Disini semakin panas cuaca nya,
karena kau datang dengan musim panas, semua semakin panas ketika stadion telah
dibuka.
Aku seakan tak mau kalah dengan mereka, aku juga memakai jersey
kebangggan ku, yang berloga manchester di sebelah kiri, rasanya bangga sekali
akau mengenakan jersey klub bola ternama di Inggris ini, aku cukup menyempurnakan
nya dengan sneakers ku berwarna biru, jeans panjang berwarna hitam, dan tak
lupa aku kenakan hijab ku yang berwarna merah,
Aku tak
bisa pungkiri, tempat ini memang ramai, bahkan bisa dibilang hampir sumpek,
sesak namun aura yang tercium di tempat ini begitu membuat hati ini bergetar,
aku sungguh mencintai suasana ketika aku berada di tempat ini, semua yang aku
perhatikan mulai dari pintu masuk stadion sampai aku duduk di tempat ku
sekarang, sungguh tempat ini mampu menghipnotis ratusan bahkan ribuan
penyemangat klub bola kebanggaan ku, manchester united. Baru kali ini aku
keluar negeri, liburan banreng keluarga ku, akhirnya aku menginjakkan kaki
penuh dengan rasa gembira tak ternilai harganya, yaa aku di Old Trafford,
stadion kebanggaan Manchester United.
Sampai saat ini aku masih belum menyangka, aku sudah di Old
Trafford, sungguh ini perasaan senang dan gembira yang sungguh luar bisa. Aku
mendapat tempat untuk duduk yang cukup jauh dari lapangan, maklum budget
kami terbatas, aku tak memikirkan nya aku Cuma sangat-sangat bahagia tak
terhingga.
Aku
mulai mencari denah tempat duduk ku, setelah aku pergi sebentar membeli satu
gelas minuman. Tiba-tiba saat aku terlalu, senang aku sampai tak melihat ada seorang
pria tampan didepan ku. Dan seketika itu dengan sangat terkejut aku menabrak
nya cukup keras. Dengan spontan aku berkata, “sorry, for this accident, I’m
so regret”. Dia langsung menjawab ku, “ok, no problem. Can i help you?”.
Aku
berpikir, sepertinya orang ini orang Asia karena rupanya saangat berciri khas
orang-orang Asia Tenggara, warna kulit yang sawo matang, rambut yang hitam,
Hidung yang dibilang masih wajar mancung nya dan tinggi yang masih wajar seperti
orang Asia Tenggara.
Dengan rasa percaya diri aku berkata, “ehm
I’m from Indonesia, where do you come from?”.
Dia
menjawabku, “ooooh hei aku juga dari Indonesia, senang bertemu dengan mu,
dengan siapa kamu kemari?’’.
“aku
tak menyangka kita sesama orang indonesia bertemu di stadion ternama ini”.
“sungguh pertemuan yang lucu, kamu dengan
siapa?
“aku
bersama keluargaku, nama kamu siapa?”
“oh
aku hampir lupa, nama ku Ryan, nama kamu siapa?”
“hehe
iya nama aku Tya aku dari Medan, oh yaaa, aku harus segera menemui rombonganku,
aku segera menyusul mereka, sampai ketemu lagi”
“byeeee,
semoga kita bertemu lagi”
Dengan sedikit hati yang bergetar aku tak habis fikir, kenapa aku
serasa ser-seran darah ini, mengalir begitu cepat merambat seluruh tubuh ini,
ya aku gugup ketika bertemu dengan nya.
Pertandingan
babak pertama dimulai, karena ini Manchester dan aku berada di Old Trafford aku
sungguh benar-benar menikmati bagian ini. Aku melihat langsung Wayne rooney, Robin
Van persie, Wellbeck, Shinji kagawa ahhh semuanya.
Sunnguh
ini pengalaman yang sungguh luar biasa, saya Tarita Randra seorang mahasiswi
yang biasa-biasa saja telah menginjak kan kaki di Old Trafford. Ayah dan Ibuku
juga adik ku satu-satunya memuji tak henti-henti betapa agung nya Stadion dan
Kota ini.
“Tya,
ibu gak nyangka ternyata Manchester dan seluruh isinya emang keren, kaya yang
sering kamu bilang ke ibu”, kata ibu kepadaku dengan mimik muka yang sangat
sumringah.
“hehe
itu alasan Tya bu kenapa aku sangat
mencintai kota ini, etsss tapi jangan salah, aku juga cinta Indonesia,
terutama Medan awak itu bu”, sahutku dengan sedikit bercanda.
Tiba-tiba adik ku, Randi mengejutkan ku “eh eh kak, tengok dulu itu
bentar lagi mau gol, ngomong aja sama ibuk” Randi mentap ku sangat tajam.
Aku
dan Randi segera mengikuti suasana, kami segera bernyanyi, “Glry-Glory Man
United”.
Lalu kami selingi dengan teriakan lelucon “Van persie aku padamu, aku dari
Medan nih, jauh banget kan? Hahahaha”. Randi menyentak ku dengan, “apa-apa’an
kakak ini, malu di tengok sama orang-orang ini, cemanaaaanyaaa”. Teriakan ku
berlanjut ketika umpan silang di luncurkan ke Van Persie dengan gaya tendangan
yang sangat-sangat berkharisma tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara yang
sangat-sanagt menganggu. “heh heh heh heh” seseorang memanggilku dengan suasana
yang membuat jengkel. “WOY BANGUUUUUUUUUN, SHOLATTTTT!!!!”, teriaknya di
kupingku. Seketika aku lompat dan terbangun dari tidurku, “GOOOOOL!!!”,
teriakku sambil terduduk dari tidurku. “Hahahaha mimpi ke Manchester lagi kau
kak? Tapi sayang, cuma ngimpiiiii”, Randi menegejekku. “doooooh, gangga aja pun
aku lagi mimpi enak”, sahut ku dengan nada kesal. “udah cepat sholat subuh,
dari tadi diteriakkian ibu pun tahapa gak denger”, Randi semakin menceramahi
ku. Dalam benakku berkata lagi “duuuuuuuh ngimpi lagi”. Aku langsung bergegas
melaksanakan sholat subuh dengan masih terbayang indahnya kota Manchester,
Inggris.
Langganan:
Komentar (Atom)