thanks for your visits hope that you enjoy with my blog please give your comment dont forget to join :))

Kamis, 19 September 2013

oh . .




Rasa syukur ku pada tuhan tak terhenti sampai saat ini, sungguh nyata aku berada di manchester, old trafor, tempat yang sangat aku idam-idam kan.Mulai dari aku memasuki halamn parkir yang begitu berbeda dari indonesia, sungguh aku menyayangkan kenapa indonesia tak begini?.  Mereka tertib, mereka disiplin, mereka menghargai orang lain, mereka menakjubkan.Yasudaaah aku tetap indonesia. Aku melewati beberapa penduduk inggris, mereka tinggi, penuh dengan pesona, raga mereka tampak begitu sehat, sepertinya ini memang benua nomor satu di dunia, sebagai benua penggrebak dunia, mereka menak jubkan, mereka cerdas, mereka penuh dengan kreatifitas.
Hampir sama seperti di indonesia, ketika ada pertandingan dua klub bolah tak heran hiruk-pikuk terjadi dimana-mana. Mereka beberapa kali menyanyikan lagu kebangsaan Manchester United, sunngguh mereka menyenangkan, mereka menunggu di berbagai sudut di luar stadion, ada yang duduk sambil menatap gadget mereka, ada yang menyorak-nyorak kan nama Ryan giggs dan pemain-pemain kesebelasan MU yang sebentar lagi akan bertanding, tak sedikit yang memakai jersey kebangsaan Manchester yang sudah mulai dibilang langka, seperti baju manchester bertanding pada tahun 1998, aku yakin itu harganya pasti menakjubkan.
Mereka menambah aura manchester dengan berbagai atribut, kepala di tutupi dengan topi berlogo manchester berwarna merah dan kuning, memakai syal berlogo manchester juga yang mereka lingkari di antara leher mereka yang jenjang, membawa spanduk mungkin ukuran nya besar kira-kira 20x10 meter duuuh mereka sungguh menyenangkan, aku melihat pemandangan yang luar biasa, tak menyangka fans klub bola kebanggaan ku punya fans menakjubkan. Disini semakin panas cuaca nya, karena kau datang dengan musim panas, semua semakin panas ketika stadion telah dibuka.
Aku seakan tak mau kalah dengan mereka, aku juga memakai jersey kebangggan ku, yang berloga manchester di sebelah kiri, rasanya bangga sekali akau mengenakan jersey klub bola ternama di Inggris ini, aku cukup menyempurnakan nya dengan sneakers ku berwarna biru, jeans panjang berwarna hitam, dan tak lupa aku kenakan hijab ku yang berwarna merah,
Aku tak bisa pungkiri, tempat ini memang ramai, bahkan bisa dibilang hampir sumpek, sesak namun aura yang tercium di tempat ini begitu membuat hati ini bergetar, aku sungguh mencintai suasana ketika aku berada di tempat ini, semua yang aku perhatikan mulai dari pintu masuk stadion sampai aku duduk di tempat ku sekarang, sungguh tempat ini mampu menghipnotis ratusan bahkan ribuan penyemangat klub bola kebanggaan ku, manchester united. Baru kali ini aku keluar negeri, liburan banreng keluarga ku, akhirnya aku menginjakkan kaki penuh dengan rasa gembira tak ternilai harganya, yaa aku di Old Trafford, stadion kebanggaan Manchester United.
Sampai saat ini aku masih belum menyangka, aku sudah di Old Trafford, sungguh ini perasaan senang dan gembira yang sungguh luar bisa. Aku mendapat tempat untuk duduk yang cukup jauh dari lapangan, maklum budget kami terbatas, aku tak memikirkan nya aku Cuma sangat-sangat bahagia tak terhingga.
Aku mulai mencari denah tempat duduk ku, setelah aku pergi sebentar membeli satu gelas minuman. Tiba-tiba saat aku terlalu, senang aku sampai tak melihat ada seorang pria tampan didepan ku. Dan seketika itu dengan sangat terkejut aku menabrak nya cukup keras. Dengan spontan aku berkata, “sorry, for this accident, I’m so regret”. Dia langsung menjawab ku, “ok, no problem. Can i help you?”.
Aku berpikir, sepertinya orang ini orang Asia karena rupanya saangat berciri khas orang-orang Asia Tenggara, warna kulit yang sawo matang, rambut yang hitam, Hidung yang dibilang masih wajar mancung nya dan tinggi yang masih wajar seperti orang Asia Tenggara.
 Dengan rasa percaya diri aku berkata, “ehm I’m from Indonesia, where do you come from?”.
Dia menjawabku, “ooooh hei aku juga dari Indonesia, senang bertemu dengan mu, dengan siapa kamu kemari?’’.
“aku tak menyangka kita sesama orang indonesia bertemu di stadion ternama ini”.
 “sungguh pertemuan yang lucu, kamu dengan siapa?
“aku bersama keluargaku, nama kamu siapa?”
“oh aku hampir lupa, nama ku Ryan, nama kamu siapa?”
“hehe iya nama aku Tya aku dari Medan, oh yaaa, aku harus segera menemui rombonganku, aku segera menyusul mereka, sampai ketemu lagi”
“byeeee, semoga kita bertemu lagi”
Dengan sedikit hati yang bergetar aku tak habis fikir, kenapa aku serasa ser-seran darah ini, mengalir begitu cepat merambat seluruh tubuh ini, ya aku gugup ketika bertemu dengan nya.
Pertandingan babak pertama dimulai, karena ini Manchester dan aku berada di Old Trafford aku sungguh benar-benar menikmati bagian ini. Aku melihat langsung Wayne rooney, Robin Van persie, Wellbeck, Shinji kagawa ahhh semuanya.
Sunnguh ini pengalaman yang sungguh luar biasa, saya Tarita Randra seorang mahasiswi yang biasa-biasa saja telah menginjak kan kaki di Old Trafford. Ayah dan Ibuku juga adik ku satu-satunya memuji tak henti-henti betapa agung nya Stadion dan Kota ini.
“Tya, ibu gak nyangka ternyata Manchester dan seluruh isinya emang keren, kaya yang sering kamu bilang ke ibu”, kata ibu kepadaku dengan mimik muka yang sangat sumringah.
“hehe itu alasan Tya bu kenapa aku sangat  mencintai kota ini, etsss tapi jangan salah, aku juga cinta Indonesia, terutama Medan awak itu bu”, sahutku dengan sedikit bercanda.
Tiba-tiba adik ku, Randi mengejutkan ku “eh eh kak, tengok dulu itu bentar lagi mau gol, ngomong aja sama ibuk” Randi mentap ku sangat tajam.
Aku dan Randi segera mengikuti suasana, kami segera bernyanyi, “Glry-Glory Man 
United”. Lalu kami selingi dengan teriakan lelucon “Van persie aku padamu, aku dari Medan nih, jauh banget kan? Hahahaha”. Randi menyentak ku dengan, “apa-apa’an kakak ini, malu di tengok sama orang-orang ini, cemanaaaanyaaa”. Teriakan ku berlanjut ketika umpan silang di luncurkan ke Van Persie dengan gaya tendangan yang sangat-sangat berkharisma tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara yang sangat-sanagt menganggu. “heh heh heh heh” seseorang memanggilku dengan suasana yang membuat jengkel. “WOY BANGUUUUUUUUUN, SHOLATTTTT!!!!”, teriaknya di kupingku. Seketika aku lompat dan terbangun dari tidurku, “GOOOOOL!!!”, teriakku sambil terduduk dari tidurku. “Hahahaha mimpi ke Manchester lagi kau kak? Tapi sayang, cuma ngimpiiiii”, Randi menegejekku. “doooooh, gangga aja pun aku lagi mimpi enak”, sahut ku dengan nada kesal. “udah cepat sholat subuh, dari tadi diteriakkian ibu pun tahapa gak denger”, Randi semakin menceramahi ku. Dalam benakku berkata lagi “duuuuuuuh ngimpi lagi”. Aku langsung bergegas melaksanakan sholat subuh dengan masih terbayang indahnya kota Manchester, Inggris.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar